fbpx

Seba Baduy 2020 Di Tengah Corona: Mungkinkah (Dibatalkan)?

Seba-Baduy-2020-Antara-1

Sempat terjadi simpang siur tentang berita keterlaksanaan Upacara Seba Baduy tahun 2020 ini. Banyak berita mengabarkan Seba Baduy 2020 tetap dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Bahkan hingga hari H rencana pelaksanaan, Sabtu 30 Mei 2020, berita itu masih tersebar. Media-media besar memberitakan ini semua, seperti Republika dengan judul Seba Badui Tahun Ini Digelar Sesuai Protokol Kesehatan, hingga Antaranews yang menurunkan berita dengan judul Warga Badui Dalam Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Rayakan Seba. Berita itu ternyata keliru, karena faktanya, Seba Baduy 2020 batal dilaksanakan!

Apa Itu Upacara Seba?

Upacara Seba merupakan sebuah tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat suku Baduy secara turun-temurun. Upacara adat ini dilakukan dengan mengunjungi kepala pemerintahan dimana suku Baduy berada. Dalam hal ini Bupati Kabupaten Lebak dan Gubernur Provinsi Banten.

Upacara Seba Baduy biasanya diikuti ribuan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam. Tahun lalu diikuti oleh 1035 orang suku Baduy, baik Baduy Luar ataupun Baduy Dalam. Baduy Luar biasanya ditandai dengan mengenakan pakaian hitam dan iket biru. Sedangkan Baduy Dalam, yang berasal hanya dari 3 kampung yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana memakai pakaian hitam dan putih ikat kepala putih.

Suasana Seba Baduy 2019 di Banten
Suasana Seba Baduy 2019 di Pendopo Gubernur Banten

Pelaksanaan Seba

Upacara Seba Baduy rutin dilaksanakan setiap setahun sekali. Biasanya dilakukan pada minggu pertama sebelum tanggal 10 bulan keempat penanggalan suku Baduy yaitu bulan Sapar. Ini biasanya bertepatan dengan bulan April atau Mei menurut penanggalan Masehi.

Pelaksanaan Upacara Seba Baduy merupakan hal wajib karena berdasarkan keputusan adat. Bahkan ritual seba tersebut dilaksanakan sejak zaman kerajaan, termasuk kerajaan Islam yang dipimpin Sultan Hasanudin Banten. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membawa hasil bumi suku Baduy selama musim tanam di masa Kawalu selama 3 bulan sebelumnya. Hasil bumi ini antara lain padi, pisang, gula, talas, beras yang ditumbuk yang disebut laksa dan aneka sayuran. Ini merupakan puncak masa Kawalu yang selama 3 bulan tersebut suku Baduy wajib berpuasa.

Seba Baduy di Tengah Pandemi

Seperti yang kita ketahui, tahun 2020 ini pandemi COVID-19 (nama penyakitnya) atau Corona Virus (nama virusnya) telah melanda berbagai hampir seluruh negara di belahan bumi, termasuk Indonesia. Lalu bagaimanakah upacara Seba Baduy ini dapat terlaksana? Atau mungkinkah upacara tradisi adat yang telah berlangsung ratusan tahun ini dan termasuk 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata Indonesia akan batal? Layaknya dibatalkannya banyak agenda penting di negeri ini dan dunia? Mulai dari ibadah dan shalat ied yang harus di rumah, Ujian Nasional yang dibatalkan, jadwal-jadwal penerbangan, konser-konser musik, hingga event olahraga seperti Olympiade, EURO 2020 dan MotoGP yang ikut dibatalkan dan ditunda.

Rencana Pelaksanaan Upacara Seba Baduy 2020

Setelah melihat beberapa skenario dan spekulasi, Upacara Seba Baduy 2020 rencanya tetap akan dilaksanakan namun tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19. Kabarnya upacara Seba Baduy 2020 tahun ini akan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 30-31 Mei 2020. Yang pelaksanaanya hanya akan dihadiri oleh perwakilan adat suku Baduy sejumlah 30 orang yang terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Namun narasi itu ternyata hanya kabar berita yang berdasarkan surat pemberitahuan pelaksanaan Seba Baduy 2020. Surat ini ditembuskan oleh pemerintahan Desa Kanekes, desa dimana Baduy berada secara administratif, kepada berbagai pihak termasuk Bupati Lebak dan Gubernur Banten.

Seba Baduy 2020 dari Desa Kanekes
Surat pemberitahuan Seba Baduy 2020 dari Desa Kanekes

Awalnya Jaro Saija sebagai kepala desa meminta Seba Baduy tetap dilaksanakan mesti sederhana. Karena ini merupakan bagian rukun adat masyarakat Baduy yang dititipkan dari leluhur nenek moyang. Sebab tradisi Seba Baduy juga digelar saat pemerintahan kerajaan, termasuk kerajaan Islam di Banten yang dipimpin Sultan Hasanuddin. Ia mengusulkan hanya perwakilan saja yang datang.

“Kami takut kualat atau terjadi bencana jika tidak menggelar Seba Baduy karena titipan dari leluhur juga keputusan tokoh adat itu.” Ujar Jaro Saija yang sekaligus sebagai juru bicara suku Baduy dengan pihak pemerintah.

Alih-alih Dilaksankan Tertutup, Seba Baduy 2020 Dibatalkan

Menurut salah seorang ajudan Bupati Iti Octavia Jayabaya, awalnya pelaksanaan upacara Seba Baduy 2020 ini diskenariokan tertutup dari orang luar, tidak mengundang wisatawan bahkan media/pers untuk publikasi. Jadi tertutup untuk warga yang biasa datang ramai menonton.

“Tertutup, jadi tidak ada orang luar. Teknisnya seperti audiensi saja di Gedung Negara (Pendopo Bupati Lebak).” ungkapnya.

Namun dengan berbagai pertimbangan, dan melihat pasien positif COVID-19 yang semakin bertambah di kabupaten Lebak, akhirnya diputuskan Upacara Seba Baduy 2020 TIDAK DILAKSANAKAN alias DIBATALKAN.

“Akhirnya Seba tahun ini keputusannya batal, ditiadakan.” konfirmasinya kepada pihak Baduy Corner.

Hal ini tertuang secara resmi dalam surat keputusan Bupati Lebak berikut:

Seba Baduy 2020 Batal dari Bupati
Surat tidak dilaksanakannya Seba Baduy 2020 dari Bupati Lebak

Selain ke pihak Pemkab Lebak, berita pembatalan ini kami konfirmasikan juga kepada pihak Pemprov Banten dan ke pihak suku Baduy sendiri.

Untuk diketahui, hingga saat ini tidak ada satu pun dari sekitar 11.700 jiwa lebih warga suku Baduy yang terjangkiti Virus Corona. Mungkin ini menjadi salah satu pertimbangan agar warga Suku Baduy tidak ada yang keluar dari wilayah yang sudah bebas dari Virus Corona ini.

Mungkinkah Upacara Seba tetap dilaksanakan di masa Corona? Sudah ketemu kan jawabannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *